Kisah Sukses Warren Buffet: Mulai Beli Saham Usia 11 Tahun

Salah satu orang terkaya dunia, Warren Buffett telah menjadi ikon investor yang ulung dalam 7 dekade. Saking ulungnya berinvestasi, pria yang baru menginjak usia 90 tahun ini dijuluki sebagai The Oracle of Omaha atau Sang Peramal dari Omaha.

Buffet sendiri telah menunjukkan kemampuannya di dunia bisnis dan investasi sejak masih muda, hingga kini memiliki kekayaan bersih US$ 80 miliar atau setara Rp 1.160 triliun (kurs Rp 14.600).

Sejak usia 6 tahun, Buffet telah memulai bisnis dengan menjual permen dan minuman Coca-Cola. Di usia 11 tahun pada 1942, Buffet sudah masuk ke dunia pasar modal dengan membeli tiga saham perusahaan minyak Cities Service dengan harga sekitar US$ 38 per saham. Kemudian dia menjual sahamnya di harga US$ 40 dan mendapat cuan US$ 2 per saham

Setelah keluarganya pindah ke Washington, D.C., Buffett yang berusia 13 tahun mengambil pekerjaan sebagai loper koran The Washington Post. Gajinya pun dia tabung, hingga usai 15 tahun Buffett berhasil menghasilkan US$ 2.000 (Rp 29 juta). Pria yang lahir di Omaha itu, menginvestasikan sebagian uangnya US$ 1.200 (Rp 17 juta) ke pertanian Nebraska.

Sejak usia muda, dengan kemampuan kewirausahanya, Buffett berhasil mengumpulkan tabungan sebesar US$ 5.000 (Rp 72 juta), sebelum dirinya berusia 20 tahun.

Perjalanan pendidikan Buffet juga tidak jauh dari dunia bisnis. Saat dia berusia 16 tahun Buffett berkuliah di sekolah bisnis Wharton University of Pennsylvania. Dia akhirnya pindah dan lulus dari Universitas Nebraska pada 1950. Buffett kemudian bersekolah di Columbia Business School di New York untuk meraih gelar Master di bidang Ekonomi.

Setelah lulus, selama dua tahun Buffett bekerja di perusahaan investasi milik seniornya yang dia kena di Columbia Business School. Pada 1956, Buffett kembali ke Omaha dan memulai perusahaan investasinya sendiri bernama Buffett Partnership. Buffett memulai usahanya dengan modal sendiri senilai US$ 100 (Rp 1,4 juta). Saat itu berhasil memiliki 7 kemitraan dan mengumpulkan US$ 105.000 (Rp 1,5 miliar).

Setelah Buffett melikuidasi kemitraan investasinya pada tahun 1969, dia menghabiskan beberapa tahun mencoba menopang bisnis tekstil Berkshire Hathaway. Namun, akhirnya perusahaan itu dialihkan menjadi perusahaan investasi dalam bisnis asuransi.

Bisnis Berkshire terus meningkat. Pada 1983 saham Berkshire mencapai US$ 1.000 per lembar. Kesuksesan itu digapai sejak 1970 Buffett berjuang melakukan serangkaian investasi di saham Washington Post Company, GEICO, ABC Broadcasting, dan RJ Reynolds.

Meskipun menyumbangkan sekitar US$ 37 miliar (Rp 538 triliun) untuk amal sejak 2006, kekayaan bersih Buffett terus membengkak secara keseluruhan, melampaui US$ 81 miliar dan menjadikannya orang terkaya keenam di dunia, menurut Bloomberg. Sementara itu, saham Berkshire Hathaway saat ini bernilai di atas US$ 320.000 per saham dengan nilai pasar perusahaan lebih dari US$ 500 miliar (Rp 7.200 triliun).

Portofolio Berkshire Hathaway yakni menjadi perwakilan dari pergerakan ekonomi AS, setara dengan perusahaan paling terkenal di dunia lainnya dari Amazon, Apple, American Airlines, American Express, Coca-Cola, Procter & Gamble dan General Motors.

Sumber : finance.detik.com